My photo
Mencari jawaban yang tertindih reruntuhan.

Saturday, March 28

Banyak Salah

Mungkin, kita harus meminta maaf kepada:
Tanah, yang selalu kita tutupi, dengan aspal, keramik bahkan sepatu.
Langit, karena sering kita tantang ketinggiannya.
Angin, atas sapaannya yang tak pernah kita syukuri.
Air, karena perjalanannya selalu kita hambat.
Juga pada Matahari, karena hangatnya selalu kita hindari.

Banyak salah, tapi kita ternyata masih diberi kesempatan. Semua hal yang tak bisa berbahasa manusia sedang memaksa kita agar mata kita bisa kembali melihat, telinga bisa kembali mendengar, hidung bisa kembali menghirup, tangan bisa lagi meraba dan mulut bisa lagi mencium.

Selamat beristirahat serta selamat banyak belajar. 

Thursday, March 26

Ruang

Aku kira, rasa ini adalah kekosongan yang ingin terisi oleh tawa.

Tapi ternyata, aku ingin kosong.

Aku ingin menumpahkan segala hal yang memenuhi, yang berdesakan dan terus menekan.

Aku ternyata ingin jatuh, ingin pecah, ingin terbelah.

Aku ingin tumpah, ingin luntur, ingin mencair.

Aku ternyata hanya mendung yang ingin hilang untuk hujan, ingin meriuh pada tanah.

Agar ringan dan kembali tegak. Agar yang tercecer bisa aku pilah. Agar yang rapuh dan retak bisa aku tambal. Agar yang tergores bisa kembali aku lukis. Dan agar apapun yang runtuh bisa aku bangun kembali.

Aku ingin ruang.