My photo
Mencari jawaban yang tertindih reruntuhan.

Sunday, November 29

Sebelum ini, baik itu luas

Tak pernah dalam waktuku kemarin, aku membayangkan pilihan ini akan aku ambil secepat ini. Aku kira jalanku masih jauh untuk mencapai ini. Tapi ternyata, aku adalah insan yang tak tahu apa-apa.

Kemarin, dihari yang tidak aku ingat, tiba-tiba pilihan ini aku ambil. Aku terus-menerus memandang diri didepan cermin, sekali-kali bertanya "apakah aku pantas?", tapi dengan yakin aku putuskan mengambil erat pilihan ini.

Tak ada yang lebih mengkhawatirkan ku selain; "apakah aku bisa menjadi lebih baik dengan ini?"

Aku berproses, mencoba mempelajari banyak hal sampai sering terkagum-kagum sendiri atas apa yang baru aku ketahui. Akupun berusaha menerapkannya di setiap nafas dan kedipku. Tapi, berproses tidak mudah.

Berproses tidak hanya sekedar merubah yang buruk menjadi baik. Berproses pun terkadang membuat kita harus melepas apa-apa yang menurut kita baik. Sulit, berat dan terkadang menyakitkan.

Termasuk, kini dititik proses ini, baik menjadi menyempit. Berbagi tak lagi mudah, mengingatkan tak lagi bentuk sayang dan ikhlas pun dipertanyakan.

Kini, tak ada kata 'tak apa' dalam setiap kekhilafan. Kini aku dipaksa menjadi seorang malaikat yang harus dapat selalu taat, meskipun akupun menginginkannya. Tapi aku ini insan, aku lupa, aku egois, aku gampang menyerah. Kesalahan akan selalu ada dalam genggaman.

Aku sedang berusaha, mengikhlaskan sesuatu yang aku anggap baik, merubah hal yang sudah menjadi kebiasaan, membangun habit yang baru, beristiqomah, terus dan terus. Maka biarkan aku tetap pada prosesku ini, jangan jatuhkan aku hingga aku harus berbelok kembali.

Memanjangkan kerudung tak membuatku menjadi baik sempurna, aku tetap banyak khilaf dan lupa. Aku ini sedang berproses, sedang terkikis, terengah-engah, berdebar dan kadang ingin menyerah. Maka doakan aku dan mohon maaf jika prosesku membuatmu risih.

Tuesday, November 17

Dunia

 Aku takut pada dunia

Mengikat ku pada sesuatu yang selalu sementara

Membuatku lupa pada yang selamanya

Dunia selalu mengantarkan ku pada kekecewaan atas kehilangan

Membujuk ku mengharapkan segala yang mudah luntur

Menekanku jauh tenggelam hingga menyentuh dasar

Tertindih, pengap, tak enak

Tuesday, September 22

Jadikan Ia Telaga

 Ya Allah

Jika aku menjadi penghalang bagi kebahagiannya. 

Jika aku menjadi penyulit jalannya.

Jika aku menjadi sumber bagi segala kesulitannya.

Maka atas kepergianku, mudahkan.

Berikan padanya bahagia yang mengalir.

Jadikan dia telaga yang mengalir padanya segala kebaikan.


Dan biarkan aku berproses,

sampai menjadi sumber kebahagiaan orang lain.

Saturday, August 22

Berdagang

Perkenalkan, ini adalah My.Poraroido, anak kami (aku dan seorang teman), yang sedang kami urus agar bisa membuahkan produk. Saat ini, produk utama My.Poraroido adalah lembaran-lembaran foto. Aku sendiri memang senang dengan lembaran foto, meskipun hanya disimpan dan tidak dipajang. Aku senang bisa melihat foto-foto tersebut secara tiba-tiba dan tertarik pada atmosfer yang terkunci di dalamnya. Banyak atmosfer yang hadir, harum, dengung hingga sampai pada titik rasa rindu. Dari senangnya koleksi foto-foto pribadi dicampur dengan keresahan tak ada kerjaan, timbul rasa ingin menawarkan sebuah jasa print foto. Tapi ternyata, jalannya tidak sesingkat itu.

My.Poraroido bukanlah hal yang berdiri dengan terencana, awalnya dia hanya niat yang didukung oleh seorang teman dengan visi yang sama. Kami mulai berdiskusi soal jumlah foto, ukuran foto, nama foto hingga pada harga yang akan kami tawarkan. Banyak perdebatan, banyak keluhan tapi semangat kami tinggi padahal kami sendiri tidak tahu apakah semua ini bisa berjalan.

Namun, niat itu mulai tertindih, tertumpuk hingga lupa terakhir disimpan dimana. Sampai pada suatu hari, seorang teman lain melirik dan tertarik begitu saja. My.Poraroido mendapat pembeli pertama disaat nama My.Poraroido sendiri sama sekali belum terbentuk.

Aku dan temanku begitu senang karena perdebatan kami akhirnya bisa membuahkan hasil; Pembeli.

Pada saat itu, karena tidak terencana, kami bingung bagaimana cara packing, dengan apa kami harus membungkus pesanan orang. Dan akhirnya kami hanya menggunakan bahan yang kami punya, selembar kertas dan seutas tali rami yang ternyata masih layak untuk dijadikan sebagai packaging.

First thing first : Be Creative! But, dont push your self too much.

Dari sebuah postingan pembeli pertama kami, muncul lah pembeli lainnya. Pada saat itu, semangat kami semakin dibakar hingga niat yang sempat terlupakan disimpan dimana akhirnya muncul kembali. Melakukan Photo Product, Editing, Meeting yang adalah main serta Planning kami lakukan kembali dengan dasar "seru-seruan". Dan terbentuklah My.Poraroido yang resmi muncul ke permukaan pada tanggal 21 Agustus, setahun yang lalu.

Setahun lalu, tak pernah terbayangkan atas segala hal yang muncul dari berdagang. Semuanya muncul secara tiba-tiba dari seru-seruan ini. Bagiku, berdagang adalah sabar yang seakan digodok, dibakar, dibumbui dan dibakar kembali. Tak pernah berhenti sampai pada akhirnya hanya syukur yang aku rasakan. Dibalik lelahnya berdagang atau kesalnya berbincang dengan yang pura-pura ingin membeli ternyata banyak nikmat, banyak pembelajaran yang sepertinya tak bisa aku ambil jika My.Poraroido tak berjalan.

Aku sangat tidak suka jika harus bertemu orang, rasanya resah, takut ditanya banyak hal yang aku tak ingin. Tapi semenjak berdagang yang memaksaku bertemu dengan orang baru ataupun teman lama, ternyata bertemu orang itu seru. Terkadang saat mereka bertanya, aku malah menjawab dengan hal yang tidak nyambung. Malu sih, tapi saat di jalan pulang aku jadi nyengir-nyengir sendiri.

Juga, ternyata pada berdagang bukanlah keuntungan yang memberikan banyak rasa senang pada kami. Tapi ternyata apresiasi, dukungan, serta kepercayaan para pembeli kepada kami yang menjadi kaki My.Poraroido. Dari banyak dukungan, setiap lelah mengedit, membungkus dan COD menjadi nikmat yang selalu kami syukuri. Maka, terimakasih ya!

Dari apresiasi, dukungan dan semangat pembeli dan teman dekat, My.Poraroido juga bisa membuat produk original. Hanya sebuah sticker, sih. Tapi, bagi kami hal kecil itu adalah sebuah milestone yang membuktikan bahwa kami ini ternyata mampu. Berdagang ternyata seru dan bikin nagih.

Doakan kami, ya! Semoga My.Poraroido bisa terus berjalan tanpa ada batasan waktu. Dan doakan agar My.Poraroido selalu menjadi wadah bagi kami sang pendiri untuk bisa lebih berkreatifitas, untuk bisa banyak belajar, untuk bisa menggali diri serta untuk bisa memberikan yang terbaik. Sungguh amat tidak sabar mengeluarkan produk baru, tunggu ya!

My.Poraroido memang kecil, tapi hal yang tersimpan didalamnya begitu besar! Masya Allah, Alhamdulillah ðŸŒ»✨