My photo
Mencari jawaban yang tertindih reruntuhan.

Wednesday, December 7

6.45

Aku menangis sambil berkata "Aku ga mau nikah, Mah"

Jawaban Mamah buat aku berpikir tentang bagaimana sayangnya Ia padaku, dari gerak-geriknya, dari tutur bahasanya, pula dari jeda sebelum Ia menjawab pernyataan yang cukup tegas dariku tadi.

"Jangan gitu, nikah itu wajib. Sieun dosa", jawabnya pelan, lembut, tenang sambil tangannya mengusap tanganku yang sedang memeluknya.

Sungguh jawaban klise, kan? Tapi dari sana, ada sesuatu yang tersembunyi. Ada perasaanku yang Ia validasi, yang Ia mengerti, yang Ia hormati. Bahwa Ia mengerti bagaimana aku sakit, bagaimana ini menjadi luka untukku dan bagaimana aku begitu takut tentang pernikahan.

Karna jika bukan takut dosa, Ia pun akan mengizinkan, yang penting aku tenang.

Tuesday, November 23

Mamah dan ikhtiarnya


Mamah, dalam ikhtiarnya untuk sehat.

Setiap hari aku selalu menduga-duga, bertanya dengan penuh ketakutan, "apakah hari ini?".

Setiap hari pula aku penuh keyakinan bahwa sehabis ini hidup ku dan mamah akan berbahagia.

Mamah dalam ikhtiarnya, aku dalam kecemasan dan hampir menyerah.

Monday, September 27

Sehidup Semati?

Pasanganmu kini ada pada masa dimana ia sedang cantik-cantiknya, sedang tampan-tampannya. Rambutnya pangkasan mode teranyar, kadang referensinya artis-artis korea. Saat ini mereka wangi vanilla, kadang bubble gum, pokonya tercium manis dan segar. Pakaian mereka modis mengikuti zaman hasil checkout keranjang shopee.

Ada masanya, saat umur kalian dipanjangkan, diberi kesempatan untuk bersama jauh lebih lama, dia yang sempurna di mata kini berubah jauh lebih banyak. Rambutnya memutih, rontok di bantal dan baju yang ia kenakan. Dibiarkan memanjang dan terurai tak beraturan. Kulitnya kerut menurunkan sudut-sudut wajahnya. Giginya pun pensiun, copot satu-persatu sampai bicaranya tak lagi jelas.

Saat ia yang dikasihi sudah tak bisa mengurus dirinya sendiri, hanya bisa meminta pertolongan. Apakah kamu siap menjadi penolong pertamanya? Apakah kamu siap menuntunnya ke kamar mandi, menunggu mereka didalam sana membuang kotoran-kotoran dari perutnya? Apakah kamu siap setelah pulang bekerja harus mengurusnya, menyuapinya, menunggunya sampai ia terlelap dan tak ada lagi me time. Siap?

Sehidup semati, katanya.

Sunday, May 23

Sabar berarti banyak

Aku sudah paham, juga sudah membuktikannya sendiri, bahwa apapun yang aku inginkan pasti Allah kasih. Baik itu sesuai dengan yang aku mau ataupun dengan yang jauh lebih baik.

Kalo gitu, tugasku sekarang adalah meminta, sambil berikhtiar.

Aku yakin, apa yang aku mau tidak lebih berat dari sebuah debu bagi Allah. Bukankah jika memang baik untuk ku, dunia yang besar ini juga akan Allah berikan. Maka atas setiap ketidak mampuanku, Allah menahan segala hal yang sebenarnya akan membuatku berat.

Artinya, sekarang ini sesungguhnya adalah kondisi yang paling mudah untukku. Hanya saja aku sering lupa, bahwa aku ini kuat. Sehingga, hal yang sebenarnya mudah, enteng, kecil malah jadi hal yang terasa berat juga memberatkan. Dan artinya, sesungguhnya setelah ini akan Allah segera tunjukkan bagaimana rencana yang baik untuk ku.

Disinilah sabar berarti banyak. Sabar berarti yakin, sabar berarti kuat, sabar berarti paham dan sabar berarti kemenangan.

Jadi, bersabar, ya!