Aku tahu dan sungguh aku mengerti, kita hanya cemburu dengan mereka yang mendapat kebahagiaan lebih. Dan memang aku cemburu atas dia, dia, dia yang duduk berdampingan di kursi taman, berbincang dan tentu mendapat kebahagiaan lebih. Aku ingin kembali seperti itu. Tapi entah, aku belum siap. Nyawa untuk mencintai tiba-tiba mati.
Wednesday, November 14
Thursday, November 8
Hari ini, kita saling menatap.
Hari ini, aku dan dirimu, kita, tak seperti biasa. Mata kita saling menatap, hati kita saling berbicara, namun tak ada yang berani berucap. Kita saling berhadapan, kita pula yang saling diam. Bukan egois, tapi memang aku tak mau memulai. Bukannya malu, tapi hanya tak ingin mengulang kesalahan. Bukan juga takut, hanya belum siap menerima hujatan kembali.
Aku terkunci oleh mu. Jika dirimu diam aku akan diam, bahkan hilang. Jika dirimu menyapa, aku akan memuji.
Aku mengerti, bahkan merasa, bahwa kecanggungan kita teramat samar. Tentang sapaan yang sulit tersampaikan, tentang lambaian tangan yang berat untuk terangkat dan tentang aku dan dirimu yang rumit atas kecanggungan.
Siapa yang akan menjawab atas apa yang menjadi kecanggungan kita di hari ini ? Hingga dirimu tak mencoba mengembangkan senyuman.
Jika semua ini hanya hayalan ku, bangunkan aku, mungkin aku terlalu percaya pada mereka yang menjadi hayalan ku. Jauhi aku karena aku tahu dirimu menyadari telah bermain peran dalam hayalan ku.
Sunday, October 14
Nadi ku dialiri darah rindu
Rindu ku masih sama seperti kemarin, masih begitu sulit untuk dihapus. Masih menumpuk kenangan-kenangan yang ingin ku ulang. Selalu ku lihat langit beternak awan yang membentuk wajahmu. Aku berbisik pada desau-desau angin, merdunya mereka meniupkan nama mu. Tubuh kekar para pohon rindang terpaku melihat ku yang sendu sedang merindu.
Semalam, langit gelap itu begitu indah. Bulan sabit menjadi penerang malam, ia melengkung seperti lengkungan senyum mu. Aku rindu pada mu, selalu, setiap malam. Taburan bintang membentuk jutaan rasi-rasi, berkilau terang membentuk wajah serupa wajahmu. Cahayanya bersinar indah layaknya aura mu. Akupun mengerti, nadi-nadi ku dialiri darah rindu padamu. Kau harus sadari, kau tak tercipta untuk ku. Kau tercipta untuk segera menjadi pemilik cintaku. Berlarilah menuju rangkulan cintaku yang rindu padamu.
Begitu cepat waktu berlalu. Aku tak mengerti mengapa matahari selalu ingin pulang ke peraduan. Lalu dengan cepat dia kembali dari persembunyian. Sama seperti mu. Kau selalu menghilang, membuat ku merindu. Bisa kah kau menetap dan jangan pernah pergi menghilang lagi ? Aku tak pernah menghianati firasat ku tentang mu. Dan firasat ku tak pernah ingin menghianati ku tentang kau yang lugu. Aku rindu padamu, harus ku ulang lagi ? Aku rindu padamu. Bisakah kau tuk cepat pulang ? Aku tak bisa menangis, bukan lawak jika aku menangis, dan tak akan pernah menjadi drama.
Anggun namanya ketika aku mengangankan mu. Luarbiasa cepatnya bunga rindu ku tumbuh mengharapkan mu kembali sebagai anganku. Janganlah berdusta atas mimpi-mimpi yang mengisahkan kita. Pergi lah tapi untuk kembali, dan mari bercinta lagi dengan cinta-cinta yang tercinta. Aku merindu.
Akhirnya, bagai sungai yang mendamba samudra.
Ku tahu pasti kemana kan ku bermuara.
Semoga ada waktu sayangku.
Ku percaya alam pun berbahasa.
Ada makna di balik semua petanda.
Firasat ini rasa rindukah ataukah tanda bahaya
Aku tak peduli ku terus berlari
Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi
Firasat ku ingin kau tuk
Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi
***
Ini, aku tulis dari lirik lagu Firasat
Dengarkan lagunya sambil membaca kembali
Feel what I feel ?
Saturday, October 6
Benciku Merindukanmu
"Awalnya aku ingin membencimu, dan lalu melupakanmu"
"Kenapa ?"
"Sikap mu. Sikap mu kotor melebihi sampah"
"Lalu mengapa kamu, detik ini, masih duduk di samping orang bersikap sampah"
"Aku merindu. Itu menjadi kekhasan yang kamu miliki"
Rindu.
Katakan padanya aku merindukannya.
Aku mohon berbisiklah padanya.
Aku butuh dekapannya.
Rindu.
Pertemukan aku pada bayangan.
Tikahkan aku dengan kebahagiaan.
Culik aku ke dalam kesunyian.
Subscribe to:
Posts (Atom)
